features Layanan Mediasi

Pelayanan Mediasi

23 Oct

Written by Super User

mediator

Mediasi adalah proses penyelesaian sengketa melalui proses perundingan atau mufakat para pihak dengan dibantu oleh mediator yang tidak memiliki kewenangan memutus atau memaksakan sebuah penyelesaian. Ciri utama proses mediasi adalah perundingan yang esensinya sama dengan proses musyawarah atau konsensus. Sesuai dengan hakikat perundingan atau musyawarah atau konsensus, maka tidak boleh ada paksaan untuk menerima atau menolak sesuatu gagasan atau penyelesaian selama proses mediasi berlangsung. Segala sesuatunya harus memperoleh persetujuan dari para pihak.

Dasar hukum pelaksanaan Mediasi di Pengadilan adalah Peraturan Mahkamah Agung RI No. 1 Tahun 2016 tentang Prosedur Mediasi di Pengadilan yang merupakan hasil revisi dari Peraturan Mahkamah Agung No. 2 Tahun 2003 (PERMA No. 2 Th. 2003), dimana dalam PERMA No. 2 Tahun 2003 masih terdapat banyak kelemahan-kelemahan Normatif yang membuat PERMA tersebut tidak mencapai sasaran maksimal yang diinginkan, dan juga berbagai masukan dari kalangan hakim tentang permasalahan permasalahan dalam PERMA tersebut.

  1. Setelah perkara dinomori, dan telah ditunjuk majelis hakim oleh ketua, kemudian majelis hakim membuat penetapan untuk mediator supaya dilaksanakan mediasi.
  2. Setelah pihak-pihak hadir, majelis menyerahkan penetapan mediasi kepada mediator berikut pihak-pihak yang berperkara tersebut.
  3. Selanjutnya mediator menyarankan kepada pihak-pihak yang berperkara supaya perkara ini diakhiri dengan jalan damai dengan berusaha mengurangi kerugian masing-masing pihak yang berperkara.
  4. Mediator bertugas selama 21 hari kalender, berhasil perdamaian atau tidak pada hari ke 22 harus menyerahkan kembali kepada majelis yang memberikan penetapan.

Mediator adalah pihak netral yang membantu para pihak dalam proses perundingan guna mencari berbagai kemungkinan penyelesaian sengketa tanpa menggunakan cara memutus atau memaksakan sebuah penyelesaian. Ciri-ciri penting dari mediator adalah

  1. Netral
  2. Membantu para pihak
  3. Tanpa menggunakan cara memutus atau memaksakan sebuah penyelesaian.

Jadi, peran mediator hanyalah membantu para pihak dengan cara tidak memutus atau memaksakan pandangan atau penilaiannya atas masalah-masalah selama proses mediasi berlangsung kepada para pihak.

  1. H. TASHIN, S.H. (Hakim)
  2. Drs. H. MAS'AD (Hakim)
  3. Drs. H. ZAENAL ARIFIN, M.H. (Hakim)
  4. Drs. H. MUTAMAKIN, S.H. (Hakim)

Tidak Ada Penetapan Mediator selain Hakim.

Pemilihan Mediator oleh pihak berperkara sebagaimana dalam Daftar Mediator yang ditetapkan oleh Ketua Pengadilan Agama Pati dari unsur Hakim tidak di kenakan biaya.

Adapun jika para pihak berperkara (yang akan dimediasi) memilih mediator dari luar selain hakim Pengadilan Agama Pati akan dikenakan biaya sebagaimana honor profesi mediator yang berlaku

 

Peta Lokasi


Hubungi Kami


Telpon : (0295) 384418
Handpone : 085 807 137 122
Fax : (0295) 384418
Website : www.pa-pati.go.id
E-Mail : pa_pati1@yahoo.co.id
E-Mail Delegasi : delegasi.papati@gmail.com
Alamat : Jl. P Sudirman No. 67, Pati kodepos. 59112 

Tautan Web


Mahkamah Agung RI  Mahkamah Agung
  Mahkamah Agung Republik Indonesia

Pengadilan Tinggi Agama  Pengadilan Tinggi Agama
  Pengadilan Tinggi Agama Semarang

Pengadilan Negeri Pati  Pengadilan Negeri Pati
  Pengadilan Negeri Pati

Posbakum  Kejaksaan
  Kejaksaan RI

Posbakum  Pemerintah Daerah
  Pemda Pati

cpns